I. Definisi Wireless
Secara definisi,yang
dimaksud dengan jaringan wireless adalah sekumpulan komputer yang saling
berhubungan melalui media penghubung (udara) dan bisa untuk bekerja sama serta
berbagi fasilitas satu sama lainnya hingga membentuk sebuah kelompok. Sebuah
jaringan perlu dibentuk agar dapat menggunakan fasilitas-fasilitas secara
bersamaan dengan ratusan komputer lainnyayang terhubung kedalam jaringan
tersebut.
Jaringan nirkabel atau jaringan wireless pada prinsipnya sama dengan jaringan
komputer biasa menggunakan kabel. Yang membedakan antara keduanya hanyalah
media yang digunakan. Jaringan nirkabel/wireless menggunakan media udara
(gelombang radio) sebagai jalur lintas data.
Ada beberapa
hal yang mendorong terjadinya pengembangan teknologi wireless untuk komputer,
antara lain :
- Munculnya perangkat-perangkatberbasis gelombang radio, seperti walki talkie, remote control, handpone, gadget,dan peralatan radio lainnya yang menandai dimulainya proses komunikasi tanpa kabel ini.
- Adanya kebutuhan untuk menjadikan komputer sebagai barang yang mudah dibawa (mobile) dan mudah dihubungkan dengan jaringan yang sudah ada.
II. Cara Kerja
Wireless
Wireless LAN
menggunakan electromagnetic airwaves(radio atau infrared) untuk
mengkomunikasikan informasi dari satu point ke point yang lain tanpa
menggunakan physical connection.Datayangditransmisikandi tempatkan pada radio
carrier sehinggadapatdi extrac secara akurat di penerimaan. Ini pada umumnya
menunjuk pada modulasi carrier oleh informasi yang ditransmisikan. Didalam
Konfigurasi wireless LAN pada umumnya, alat
transmitter/receiver(transceiver)disebut access point, terhubung pada wired
network dari lokasi yang tetap menggunakan pengkabelan yang standar.
Minimum,Access point menerima buffer, dan mentransmisikan data antara wireless
LAN dan wired network. Single acces point dapat mensupport group pemakai yang
kecil dan dapat berfungsi dalam radius lebih kecil seratus atau beberapa ratus feet.
Antena acces point biasanya ditempatkan pada tempat yang tinggi atau dimana
saja selama dapat mengcover sinyal radio. Pemakai mengakses wireless
LAN melalui wireless LAN adapters, seperti PC Card didalam notebook atau palmtop, atau card di komputer desktop atau integrated didalam hand-held computer.Wireless LAN adapter menyediakan interface antara Client Network Operating System(NOS) dan aiiwave melalui antena.
LAN melalui wireless LAN adapters, seperti PC Card didalam notebook atau palmtop, atau card di komputer desktop atau integrated didalam hand-held computer.Wireless LAN adapter menyediakan interface antara Client Network Operating System(NOS) dan aiiwave melalui antena.
III. Mode
Jaringan WLAN
Wireless Local Area
Network sebenarnya hampir sama dengan jaringan LAN, akan tetapi setiap node
pada WLAN menggunakan wireless device untuk berhubungan dengan jaringan. node
pada WLAN menggunakan channel frekuensi yang sama dan SSID yang menunjukkan
identitas dari wireless device. Tidak seperti jaringan kabel, jaringan wireless
memiliki dua mode yang dapat digunakan yaitu infrastruktur dan Ad-Hoc.
Konfigurasi infrastruktur adalah komunikasi antar masing-masing PC melalui
sebuah access point pada WLAN atau LAN.
Komunikasi Ad-Hoc adalah komunikasi secara langsung antara masing-masing komputer dengan menggunakan piranti wireless. Penggunaan kedua mode ini tergantung dari kebutuhan untukberbagi data atau kebutuhan yang laindenganjaringanberkabel.
Komunikasi Ad-Hoc adalah komunikasi secara langsung antara masing-masing komputer dengan menggunakan piranti wireless. Penggunaan kedua mode ini tergantung dari kebutuhan untukberbagi data atau kebutuhan yang laindenganjaringanberkabel.
- Mode Ad-Hoc , Ad-Hoc merupakan mode jaringanWLAN yang sangat sederhana, karena pada adhoc ini tidak memerlukan access point untuk host dapat saling berinteraksi. Setiap host cukup memiliki transmitter dan reciever wireless untuk berkomunikasi secara langsung satu sama lain seperti tampak pada gambar1. Kekurangan dari mode ini adalah komputer tidakbisaberkomunikasidengan komputer pada jaringan yang menggunakan kabel. Selain itu,daerah jangkauan pada mode ini terbatas padajarak antara kedua komputer tersebut.
- Mode Infrastruktur , Jika komputer pada jaringan wireless ingin mengakses jaringan kabel
atau berbagi printer misalnya, maka jaringan wireless tersebut harus
menggunakan mode 8 8 infrastruktur. Pada mode infrastruktur access point
berfungsi untuk melayani komunikasi utama pada jaringan wireless. Access
point mentransmisikan
data pada PC dengan jangkauan tertentu pada suatu daerah. Penambahan dan pengaturan letak access pointdapat memperluas jangkauan dari WLAN.
IV. Komponen-
Komponen WLAN
Ada 4 komponen dalam
WLAN, yaitu :
- Access Point , merupakan perangkat yang menjadi sentral koneksi dari pengguna (user) ke ISP, atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika jaringannya adalah milik sebuah perusahaan. Access-Point berfungsi mengkonversikan sinyal frekuensi radio(RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel, atau disalurkan ke perangkat WLAN yang lain dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio.
- Wireless LAN Interfice , merupakan peralatan yang dipasang diMobile/Desktop PC, peralatanyangdikembangkan secara massal adalahdalambentuk PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) card, PCI card maupun melalui port USB(Universal Serial Bus).
- Mobile/Desktop PC , merupakan perangkat akses untuk pengguna, mobile PCpada umumnya
sudah terpasang port PCMCIA sedangkan desktop PC harus ditambahkan
wireless adapter melalui PCI (Peripheral Component Interconnect)card atau
USB
(Universal Serial Bus). - Antena External (Optional) , digunakan untuk memperkuat daya pancar. Antena ini dapat dirakit sendiri oleh user. contoh : antena kaleng.
V. Spread
Spectrum Technology
Hampir semua sistem
wireless LAN menggunakan teknologi spread-spectrum, teknik radio frekuensi
wideband dikembangkan oleh militer yang digunakan dalam reliable, secure,
mission-critical communications systems. Spread-spectrum didesign untuk
menggunakan bandwidth secara efisien untuk reliability, integrity dan security.
Dengan kata lain, bandwidth lebih banyak dipakai dari pada transmisi
narrowband.Adadua tipedari radio spread spectrum yaitu :
- Frequency-Hopping Spread Spectrum Technology , Frequency-hopping spread-spectrum (FHSS) menggunakan narrowband carrier yang mengubah frekuensi sehinggadapatdiketahui oleh kedua tramitterdan receiver. disinkronisasi, Net effect adalah memelihara single logical channel. Untuk yang tidak masuk receiver, FHSS memunculkan menjadi short-duration impulse noise.
- Direct-Sequence Spread Spectrum Technology , Direct-Sequence spread-spectrum (DSSS) menggenerate sebuah redundent bit pattern bagi masing-masing bit untuk dikirim. Bit pattern ini disebut chip (atau chipping code).Dengan chipyang lebih panjang, kemungkinan besar original data dapat dicover( dan, tentu, lebih besar bandwidth yang dibutuhkan). Bahkan jika satu atau lebih, bit di dalam chip rusak selama pengiriman, dengan teknik statistik yang ditambahkan pada radio dapat di recover originaldata tanpadilakukan pengiriman ulang. Untuk yang tidak masuk ke receiver, DSSS memunculkan seperti low-power wide bandnois edan ditolak oleh semua narrow bandreceiver.
VI. Keuntungan
Menggunakan Wireless
Penggunaan jaringan yang
semakin luas di dunia bisnis dan pertumbuhan penggunaan internet serta online
services yang semakin cepat mendorong memperoleh keuntungan dari shared data
dan shared resources. Dengan wireless LAN, pengguna dapat mengakses shared
informasi tanpa mencari tempat untuk plug in dan Network Manager dapat menset
up jaringan tanpa menginstall atau menarik kabel. Wireless LAN mempunyai
kelebihan di bidang produktifitas, kepercayaan dan mengurangi cost dibandingkan
antara lain:
- Mobility : dengan sistem wireless LAN, pengguna dapat mengakses informasi real-time dimana pun.Mobility mendorong produktivitas dan keuntungan pelayanan dibandingkan wired network.
- Installation Speed and Simplicity : instalasi sistem wireless LAN lebih cepat dan mudah serta dapat meminimisasi penggunaan kabel.
- Installation Flexibility : teknologi wireless memungkinkan jaringan dipasang ditempat dimana wired network tidak bisa dipasang.
- Reduced Cost-of-Ownership : untuk investasi awal harga hardware wireless LAN lebih mahal dibandingkan hardware wired LAN, namun beban pemeliharaan dan life-cycle lebih rendah. Untuk bebanjangka panjang tergantung pada perubahandan ekspansi.
- Scalability : sistem wireless LAN dapat dikonfigurasi dalam beberapa macam topology tergantung kebutuhan aplikasi dan instalasi. Konfigurasi dapat dengan mudah diubah dari peer-to-peer network yang cocok untuk jumlah pengguna yang sedikit sampai pada full infrastruktur network dengan ribuan pengguna.
V.
Sejarah singkat Wireless
sejarah wireless itu
sendiri pertama kali muncul pada akhir tahun 1970-an. IBM mengeluarkan hasil
percobaannya dalam merancang WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti
Hewlett-Packard (HP) untuk menguji WLAN RF. Kedua perusahaan ini hanya mencapai
100 Kbps data rate. Karena mereka tidak memenuhi standar IEEE 802-1 Mbps LAN
yang bukan produk yang dipasarkan. Baru pada tahun 1985, (FCC) menetapkan pita
Industrial, Scientific dan Medis (ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2.400-2483,5 MHz
dan 5725-5850 MHz tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN komersial
memasuki tahapan serius. Kemudian tahun 1990 WLAN dapat dipasarkan dengan
produk yang menggunakan teknik spektrum tersebar (SS) pada pita ISM, terlisensi
frekuensi 18-19 GHz dan teknologi IR dengan data rate > 1 Mbps.
Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat spesifikasi atau standar WLAN pertama adalah kode 802,11. Peralatan yang sesuai standar 802,11 dapat bekerja pada frekuensi 2,4 GHz, dan kecepatan transfer data (throughput) teoritis maksimal 2Mbps.
Selanjutnya pada bulan Juli 1999, IEEE mengeluarkan spesifikasi baru bernama 802.11b kembali. Teori kecepatan transfer data yang dapat mencapai maksimum adalah 11 Mbps. Kecepatan transfer data yang sebanding dengan Ethernet tradisional (IEEE 802,3 10Mbps atau 10Base-T). Peralatan yang menggunakan standar 802.11b juga bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Salah satu kekurangan peralatan wireless yang bekerja pada frekuensi ini adalah potensi gangguan dengan cordless phone, microwave oven, atau peralatan lain yang menggunakan gelombang radio pada frekuensi yang sama.
Hampir pada waktu yang bersamaan, spesifikasi IEEE 802.11a yang menggunakan teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan 5 Ghz, dan mendukung kecepatan transfer data hingga 54Mbps teoritis maksimum. Gelombang radio yang dipancarkan oleh peralatan 802.11a relatif sulit untuk menembus dinding atau penghalang lain. Jarak untuk mencapai gelombang radio yang relatif pendek dibandingkan 802.11b. Secara teknis, 802.11b tidak kompatibel dengan 802.11a. Namun, saat ini cukup banyak pabrik hardware yang membuat peralatan yang mendukung kedua standar itu.
Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan kelebihan 802.11b dan 802.11a. Spesifikasi kode 802.11g yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dengan teori kecepatan transfer data hingga 54Mbps. Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga dapat saling komunikasi. Misal, sebuah komputer yang menggunakan jaringan kartu 802.11g dapat memanfaatkan akses point 802.11b, dan sebaliknya.
Yang terakhir tahun 2006, teknologi 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan 802.11b dan 802.11g. Teknologi yang dibawa dikenal dengan sebuah istilah MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan teknologi terbaru Wi-Fi. MIMO dibuat berdasarkan spesifikasi Pre-802.11n. The "Pre-" menyatakan "Prestandard versi 802.11n." MIMO menawarkan peningkatan throughput, keunggulan reabilitas, dan meningkatkan jumlah klien Anda tersambung. Tembus MIMO kekuasaan penghalang lebih baik dari lingkup yang lebih luas. Access Point MIMO dapat menjangkau berbagai perlatan Wi-Fi di setiap sudut kamar yang sudah ada. Secara teknis MIMO lebih unggul dibandingkan pendahulunya 802.11a/b/g. Access Point MIMO dapat mengenali gelombang radio yang dipancarkan adapter Wi-Fi 802.11a/b/g. MIMO mendukung kompatibilitas mundur dengan 802,11a/b/g. Peralatan Wi-Fi MIMO dapat menghasilkan kecepatan transfer data 108Mbps.
Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat spesifikasi atau standar WLAN pertama adalah kode 802,11. Peralatan yang sesuai standar 802,11 dapat bekerja pada frekuensi 2,4 GHz, dan kecepatan transfer data (throughput) teoritis maksimal 2Mbps.
Selanjutnya pada bulan Juli 1999, IEEE mengeluarkan spesifikasi baru bernama 802.11b kembali. Teori kecepatan transfer data yang dapat mencapai maksimum adalah 11 Mbps. Kecepatan transfer data yang sebanding dengan Ethernet tradisional (IEEE 802,3 10Mbps atau 10Base-T). Peralatan yang menggunakan standar 802.11b juga bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Salah satu kekurangan peralatan wireless yang bekerja pada frekuensi ini adalah potensi gangguan dengan cordless phone, microwave oven, atau peralatan lain yang menggunakan gelombang radio pada frekuensi yang sama.
Hampir pada waktu yang bersamaan, spesifikasi IEEE 802.11a yang menggunakan teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan 5 Ghz, dan mendukung kecepatan transfer data hingga 54Mbps teoritis maksimum. Gelombang radio yang dipancarkan oleh peralatan 802.11a relatif sulit untuk menembus dinding atau penghalang lain. Jarak untuk mencapai gelombang radio yang relatif pendek dibandingkan 802.11b. Secara teknis, 802.11b tidak kompatibel dengan 802.11a. Namun, saat ini cukup banyak pabrik hardware yang membuat peralatan yang mendukung kedua standar itu.
Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan kelebihan 802.11b dan 802.11a. Spesifikasi kode 802.11g yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dengan teori kecepatan transfer data hingga 54Mbps. Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga dapat saling komunikasi. Misal, sebuah komputer yang menggunakan jaringan kartu 802.11g dapat memanfaatkan akses point 802.11b, dan sebaliknya.
Yang terakhir tahun 2006, teknologi 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan 802.11b dan 802.11g. Teknologi yang dibawa dikenal dengan sebuah istilah MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan teknologi terbaru Wi-Fi. MIMO dibuat berdasarkan spesifikasi Pre-802.11n. The "Pre-" menyatakan "Prestandard versi 802.11n." MIMO menawarkan peningkatan throughput, keunggulan reabilitas, dan meningkatkan jumlah klien Anda tersambung. Tembus MIMO kekuasaan penghalang lebih baik dari lingkup yang lebih luas. Access Point MIMO dapat menjangkau berbagai perlatan Wi-Fi di setiap sudut kamar yang sudah ada. Secara teknis MIMO lebih unggul dibandingkan pendahulunya 802.11a/b/g. Access Point MIMO dapat mengenali gelombang radio yang dipancarkan adapter Wi-Fi 802.11a/b/g. MIMO mendukung kompatibilitas mundur dengan 802,11a/b/g. Peralatan Wi-Fi MIMO dapat menghasilkan kecepatan transfer data 108Mbps.
Layanan cs chenter
BalasHapusIni telah diresmikan oleh pihakami
Yang telah gunakan untuk bertransaksi
bisa hubungi whapsap kami
(0877-8314-8851)
Layanan cs chenter
BalasHapusIni telah diresmikan oleh pihakami
Yang telah gunakan untuk bertransaksi
bisa hubungi whapsap kami
(0877-8314-8851)
Layanan cs chenter
BalasHapusIni telah diresmikan oleh pihakami
Yang telah gunakan untuk bertransaksi
bisa hubungi whapsap kami
(0877-8314-8851)
Layanan cs chenter
BalasHapusIni telah diresmikan oleh pihakami
Yang telah gunakan untuk bertransaksi
bisa hubungi whapsap kami
(0877-8314-8851)
makasih infonya menambah pengetahuan
BalasHapusElever Media Indonesia
Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
BalasHapusDalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny